Wednesday, August 10, 2011

Keterbatasan


ruang yang merentas sejenak tafakur
dalam hening satu sujud syukur
jasad terdampar dan terlanjur
rohani terkeliru dan mengundur
menghantar diri keterbatasan waktu
menghentak tembok-tembok kaku
telah banyak kesempatan berlalu
sebagai bayangan hitam memburu

tidak selamanya, tidak juga sementara
nafas yang berhembusan di mana-mana
menjadi imej-imej berwarna-warna
bergerak mengisi mimpi ke saujana
mengheret pasrah keterbatasan realiti
dalam menghitung hari-hari yang pasti
peluang yang menjauh dan kembali
menganjak musim ke satu destini peribadi

dengarlah, di keliling perjalanan
panggilan yang menggamit keindahan
di sana, di sana yang menjanjikan
kehidupan bukan lagi ilusi permainan
setelah setiap keterbatasan kemanusiaan
bukan lagi jejak waktu dan ruang
bersama kebebasan tanpa sempadan
membawa infiniti ke persada keredhaan!

Fudzail
10 Ogos 2011