Friday, May 06, 2011

Sajak: Catatan Si Tanggang


(Mingguan Malaysia Ahad 8 Mei 2011)
 

Di kala melayari lautan
merenangi fatamorgana
kelemasan dalam diri
mencatat satu misteri
yang timbul tidak lagi sabut
yang tenggelam tidak lagi batu

Di waktu melontar harapan
ke bayangan daratan
terpancar ke setiap ruang
dari kesetiaan tercalar
di mana langit dijunjung
tidak di situ bumi dipijak
 

Di persinggahan Tanjung Harapan
menghitung pasir sejarah
membuak persekitaran zaman
perjalanan generasi masa hadapan
walau yang elok itu budi
yang indah itu tidak selalunya bahasa!

 Fudzail
 Cape Town, Afrika Selatan
 Mac 2011

No comments: