Saturday, August 23, 2008

Rumpun Bahasa Melayu Ternyata dari Kalimantan

Kamis, 21/8/2008 22:13 WIB
BANJARMASIN, KAMIS

Rumpun bahasa Melayu yang selama ini disebutkan berasal dari Champa Thailand, mulai terbantah dengan penelitian baru yang menyebutkan rumpun bahasa yang digunakan di sebagian wilayah Indonesia itu justru berasal dari pedalaman pulau Kalimantan.

Guru Besar Bahasa Indonesia pada PKIF Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Prof.Dr.H.Djantera Kawi, di Banjarmasin, Kamis menyebutkan asal rumpun bahasa Melayu dari Champa itu merupakan hasil penelitian pertama yang dilakukan peneliti bahasa dari Eropah yang kemudian banyak dijadikan literatur di perguruan tinggi.

Namun hasil penelitian terbaru dilakukan penelitian asal Amerika dipastikan rumpun Bahasa Melayu berasal dari daratan Borneo atau tepatnya di daerah pedalaman Pulau Kalimantan.
Dari hasil peneliti itu menunjukan Pulau Kalimantan punya andil dalam tatanan bahasa-bahasa di dunia dan orang-orangnya cukup dinamis, sehingga bahasanya yaitu Bahasa Melayu menyebar pula ke berbagai belahan benua.

Mengenai Bahasa Daerah Banjar, Kalsel, dia mengatakan, hal tersebut bila ditinjau dari segi dialek, terbagi tiga yaitu Bahasa Banjar Kuala, Banjar Hulu dan Pedalaman yaitu komunitas masyarakat adat terasing atau Suku Dayak.

Tapi kalau dilihat dari segi kebahasaan itu sendiri, berdasarkan penelitian, Bahasa Daerah Banjar terbagi 13 sub, yang dalam perkembangannya tak begitu nampak lagi, demikian Djantera Kawi.

Sedangkan hasil penelitian orang Eropah yang menyebutkan rumpun Bahasa Melayu dari Champa Thailand berkembang pada sejumlah perguruan tinggi di Indonesia hingga tahun 1960-an, katanya dalam pertemuan rutin "baracau" Lembaga Budaya Banjar (LBB) Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin.

"Baracau" berasal dari Bahasa Daerah Banjar, Kalsel, yang pengertiannya berbincang-bincang tanpa topik yang fokus, hanya sekedar tukar informasi dan pendapat yang digelar LBB dua kali dalam sebulan tiap tanggal 7 dan 21 di Sekretariat LBB-Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin.

Kesimpulan peneliti dari Eropah tersebut kelihatannya cukup beralasan, karena pengguna Bahasa Melayu itu di Champa yang menyebar ke Semenanjung Malaka dan juga berkembang ke Indonesia yang merupakan gugusan nusantara.

(ANT)
Kantor Berita ANTARA

List of the world's richest royals

UAE president Sheikh Khalifa Bin Zayed Al-Nahyan has been ranked second in a list of the world's richest royals.

The ruler of Abu Dhabi's fortune of approximately $24 billion was topped only by the King of Thailand's $36 billion. Meanwhile, Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum, ruler of Dubai, was ranked fifth with an estimated fortune of $18 billion.

Elizabeth II, the Queen of England, is now the world's 12th richest monarch after slipping one place in the royal rich list published by Forbes Magazine.

Top of the royals, according to the list, is King Bhumibol Adulyade - the world's longest-reigning monarch - who bumped last year's winner the Sultan of Brunei out of first place.

Estimates of the Thai king's fortune rose seven-fold since last year due to increased transparency over his holdings.

The Sultan of Brunei - one of only two rulers to see their wealth fall during the year - is now in fourth place with an estimated fortune of $20 billion.

Ahead of him is the UAE's Sheikh Khalifa and King Abdullah Bin Abdulaziz of Saudi Arabia, who was ranked third with a fortune of about $21 billion.

As a whole the monarchs grew richer, seeing their collective wealth increase to $128 billion.

Middle Eastern royals have done particularly well during the past 12 months with the price of oil soaring.

The richest royals:

1. King Bhumibol Adulyade of Thailand
2. Sheikh Khalifa Bin Zayed Al-Nahyan of the United Arab Emirates
3. King Abdullah Bin Abdulaziz of Saudi Arabia
4. Sultan Haji Hassanal Bolkiah of Brunei
5. Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum of Dubai
6. Prince Hans-Adam II von und zu Liechtenstein of Liechtenstein
7. Sheikh Hamad Bin Khalifa Al Thani of Qatar
8. King Mohammed IV of Morocco
9. Prince Albert II of Monaco
10. Sultan Qaboos bin Said Al Said of Oman