Saturday, May 10, 2008

Sajak Dari Pesisiran Ajman



(Berita Minggu Ahad 18 Mei 2008)

Laut itu masih membiru
bersilang hijau yang memburu
perjalanan berselaput cemburu
pada kedamaian suatu waktu
pinggiran ombak laut cina selatan
gelombang jernih kehidupan
turun naik dalam angan-angan
merentas seberang ke masa depan

Laut itu masih berbau hanyir
bersama panas keringat mengalir
nelayan yang tidak berputus asa
menghambat ruang sepenuh tenaga
dalam putaran hayat sejengkal
setiap langkah menghimpun cekal
sebagai inspirasi anak kecil ini
bertatih jatuh untuk jauh berlari

Laut itu adalah manis wajah kami
perantau global yang terus mencari
saujana jejak-jejak limpahan rezeki
selagi masih berdaya diri dan hati
kerana masa depan berpindah kini
ruang buat anak-anak melebari
perjuangan yang telah bermula
dari kampung nun jauh di sana!

Fudzail
Ajman Fish Market
10 May 2008

3 comments:

pakpayne said...

:-)

kata2 sebegini - hanya datang dari hati insan yang mengerti.
kehidupan datang dan perginya - sekadar singgahan sementara.
dunia yang luas terbentang - menunggu mereka yang sanggup berpatah arang
demi maruah, demi perjuangan, demi keadilan!

Suka lah baca sajak2 sdr Fudzail nih.

pakpayne

Zawi said...

Fudzail,
Kata kata yang terkeluar dari rintihan hati seorang yang berani mengharungi gelora demi mencari satu penghidupan.
I love fish and your video of the fish market reminds me of my various fish markets that I manage to go to wherever I have the chance to travel. Each fish market has a character of its own. Thanks for the video.

Pentilium5 said...

poem does not buy the bread, fuel does, fuel subsidies reduced, nelayan tak mau ke laut, how's that Saudara Fudzail